Pengertian motivasi
Istilah dalam
Pengertian Motivasi berasal dari perkataan Bahasa Inggris yakni motivation.
Namun perkataan asalnya adalah motive yang juga telah digunakan dalam Bahasa
Melayu yakni kata motif yang berarti tujuan atau segala upaya untuk mendorong
seseorang dalam melakukan sesuatu. Secara ringkas, Pengertian Motivasi
dapat diartikan sebagai tujuan atau pendorong, dengan tujuan sebenarnya yang
menjadi daya penggerak utama bagi seseorang dalam berupaya dalam mendapatkan
atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif ataupun negatif.
Selain itu, Pengertian Motivasi merupakan suatu perubahan yang terjadi pada
diri seseorang yang muncul adanya gejala perasaan, kejiwaan dan emosi sehingga
mendorong individu untuk melakukan atau bertindak sesuatu yang disebabkan
karena kebutuhan, keinginan dan tujuan.
Pengertian Motivasi menurut para ahli
- Menurut Sardiman (2006:73)
Pengertian Motivasi merupakan daya penggerak dari dalam untuk melakukan
kegiatan i tujuan.
- Menurut Hamalik (1992:173)
Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi
seseorang yang an timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
- Menurut Sardiman (2006:73)
Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang
ditandai lnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya
tujuan.
- Menurut Mulyasa (2003:112)
Pengertian
Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya
tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan
bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.
Dapat
disimpulkan bahwa Pengertian Motivasi dalam belajar merupakan segala daya
penggerak di dalam diri siswa yang muncul terhadap kegiatan yang akan menjamin
kelangsungan dalam belajar dan mengarahkan pada kegiatan belajar pula sehingga
terwujudnya tujuan kegiatan belajar yang dikehendaki. Dorongan seseorang dalam
belajar merupakan kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam memenuhi
segala harapan dan dorongan inilah yang menjadi pencapaian tujuan tersebut.
Organitation/design
organitation
Sebuah organisasi, ketika berdiri tentunya memiliki maksud (intention)
kenapa bentuknya seperti tersebut. Bentuk formal organisasi diharapkan
merupakan bentuk terbaik yang mendukung sepenuhnya pencapaian sasaran sang
pendiri atau visi organisasi tersebut. Konfigurasi formal itulah yang dinamakan
sebagai struktur organisasi.
Namun, sayangnya kadang antara pembentukan struktur organisasi dengan
relasi/hubungan formal didalamnya belum sepenuhnya ’berjabat erat’ dengan visi
organisasi. Kadang ada yang ’mismatch’ atau tidak ’link’
dengan sasaran strategis organisasi. Bahkan dalam beberapa hal tidak sepenuhnya
mencerminkan aturan dasar (basic principle) struktur organisasi
yang baik. Karena itulah, pembentukan struktur organisasi yang tepat merupakan
syarat utama yang penting agar visi organisasi dapat tercapai.
Salah satu cara membentuk struktur organisasi adalah dengan membuat
disain organisasi (organization design). Disain organisasi
sendiri merupakan pembentukan peran (roles), aktifitas pengolahan (process),
dan bentuk hubungan formal (formal relationship) dalam suatu
organisasi. Didalamnya, ada pengembangan struktur keseluruhan di dalam
organisasi baik unit maupun sub-sub unitnya, serta definisi peran dan proses
yang lebih detil dalam unit maupun sub unit tersebut.
Di dalam pembentukan struktur organisasi itu sendiri, ada beberapa
prinsip dasar yang harus dimiliki oleh struktur organisasi tersebut,
diantaranya :
- Struktur organisasi memberi prioritas pada pelanggan kunci (key customer priorities)
- Struktur tersebut mampu mengurangi dan menghilangkan duplikasi organisasi
- Struktur menyederhanakan lapisan manajemen di dalam organisasi.
- Struktur organisasi dapat meningkatkan saluran komunikasi (channel of communication) di dalam organisasi.
- Struktur organisasi tersebut memberikan peran, tanggungjawab yang jelas serta memiliki akuntabilitas.
Dalam kerangka konsep struktur organisasi banyak dipengaruhi oleh faktor
internal dan eksternal.
Faktor internal yang mempengaruhi antara lain :
- Visi dan Misi organisasi
- Strategi Organisasi
- Model kepemimpinan (leadership model)
- Kebijakan maupun prosedur
- Budaya organisasi
Faktor eksternal yang mempengaruhi disain struktur organisasi antara
lain :
- Pelanggan
- Supplier
- Pemerintah
- Aturan formal, hukum dan perundangan
- Teknologi Manajemen
- Dan stakeholder lainnya (masyarakat, komunitas dll).
Kesemua faktor tersebut sangat mempengaruhi proses disain organisasi.
Tentunya disain organisasi yang baik akan mempertimbangkan semua faktor
tersebut sampai terbentuknya struktur organisasi yang efektif dan efisien.
Dalam bahasa
Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor,
pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun,
raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam
konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya
mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.
KEPEMIMPINAN
Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.
Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).
Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang
sama "pimpin". Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.
Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan "pemimpin".
Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).
Pemimpin jika
dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi "LEADER", yang mempunyai
tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah :
Loyality, seorang pemimpin harus mampu
membagnkitkan loyalitas rekan kerjanya dan
memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.
memberikan loyalitasnya dalam kebaikan.
Educate, seorang pemimpin mampu untuk
mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskan
tacit knowledge
pada rekan-rekannya Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang
ada.
Discipline,
memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan
dalam setiap aktivitasnya.
dalam setiap aktivitasnya.
Tugas Pemimpin
Menurut James A.F
Stonen, tugas utama seorang pemimpin adalah:
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk
bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.
1. Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk
bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.
2. Pemimpin adalah
tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas):
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,
mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung
jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.
Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,
mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggung
jawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.
3. Pemimpin
menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan
dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan
prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-
tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan
prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-
tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.
4. Pemimpin harus
berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi
seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat
mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan
seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.
5. Manajer adalah
forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh
karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).
6. Pemimpin adalah
politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan
kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau
organisasinya.
7. Pemimpin membuat
keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.
Menurut
Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :
1. Peran huhungan
antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh,
pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.
2. Fungsi Peran
informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.
3. Peran Pembuat
keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi,
dan negosiator.
Kriteria Seorang
Pemimpin
Pimpinan
yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa
kriteria,yaitu :
1. Pengaruh : Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan
sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang
pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata:
Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mother Teresa dan Lady
Diana adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh.
2. Kekuasaan/power : Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia
memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa
kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang
mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini
menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu
mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat
simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.
3. Wewenang : Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada
pemimpin untuk fnenetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan.
Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang
pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung
jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.
1. Pengaruh : Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan
sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang
pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata:
Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mother Teresa dan Lady
Diana adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh.
2. Kekuasaan/power : Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia
memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa
kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang
mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini
menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu
mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat
simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.
3. Wewenang : Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada
pemimpin untuk fnenetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan.
Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang
pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung
jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.
4. Pengikut :
Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak
dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang
berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan
sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan
pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri
sendiri.
Pemimpin Sejati
Empat Kriteria
Pemimpin Sejati yaitu:1. Visioner: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu
kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup
Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi
dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka
yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.
2. Sukses Bersama:
Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya.
Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri,
namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang
dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.
Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri,
namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang
dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.
3. Mau Terus
Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous): Banyak hal yang
harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai
pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik
oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan
orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri
dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab
dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.
4. Mempersiapkan
Calon-calon Pemimpin Masa depan: Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya
menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat
dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang
mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang
mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin
Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin
sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda
lainnya.
Persyaratan Pemimpin
Persyaratan Pemimpin
Di dalam Islam
seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat
1. S1DDIQ artinya
jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan
2. FATHONAH artinya
jerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional
3. AMANAH artinya
dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel
4. TABLIGH artinya
senantiasa menyammpaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa
yang wajib disampaikan, dan komunikatif.
Pengertian Kepemimpinan
Dalam
suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam
menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi.
Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang
akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk
mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk
mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins
(2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk
mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan
adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian,
termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka
meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas
yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin,
serta merasa tidak terpaksa.
Dari pengertian
diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:
1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
2) di dalam
kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh
pemimpin, dan
3) adanya tujuan
bersama yang harus dicapai.
Dari uraian diatas
dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi
perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada
situasi tertentu.
Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan :
Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan :
1.Menurut
John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam
mengkoordinasikan dan
mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki
2.H. Abu Ahmadi, 1999:124-125. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki
2.H. Abu Ahmadi, 1999:124-125. Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
3.(Tannebaum,
Weschler and Nassarik, 1961, 24).
Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan
4(Jacobs & Jacques, 1990, 281)
Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu
Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan
4(Jacobs & Jacques, 1990, 281)
Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu
5.(Slamet,
2002: 29)
Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
6.(Shared
Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7)
Kepemimpinan adalah suatu proses yang
mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh
antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi
untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu
7.(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29)
Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu
7.(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29)
Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu
8.(Thoha,
1983:123).
Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian
kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk
dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka
mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela,
penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.
Dari
uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan
untuk mempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk meneapai
tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial
yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang
dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi,
membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas
utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas
pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari
itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya,
anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu
memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.
Faktor-faktor
penting yang terdapat dalam kepemimpinan:
1. Pendayagunaan
Pengaruh
2. Hubungan Antar
Manusia
3. Proses
Komunikasi dan
4. Pencapaian Suatu
Tujuan.
Unsur-Unsur
Mendasar
Unsur-unsur yang
mendasari kepemimpinan dari defmisi-defmisi yang dikemukakan di atas, adalah:
1. Kemampuan
mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan).
2. Kemampuan
mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok.
3. Adanya unsur
kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Prinsip-Prinsip
DasarKepemimpinan
Karakteristik
seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai
berikut:
1. Seorang yang belajar seumur hidup : Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, beJajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.
2. Berorientasi pada pelayanan : Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpjn dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.
3. Membawa energi yang positif : Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif,
1. Seorang yang belajar seumur hidup : Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, beJajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.
2. Berorientasi pada pelayanan : Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpjn dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.
3. Membawa energi yang positif : Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif,
Robbins, Stephen P.
2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.Thoha,
Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.
Servant Leadeship atau Kepemimpinan Hamba oleh Meme Mery, SE, Trainer di PT PHILLIPS, Inc JKT.
Servant Leadeship atau Kepemimpinan Hamba oleh Meme Mery, SE, Trainer di PT PHILLIPS, Inc JKT.
Pengaruh motivasi
terhadap management perusahaan
Manajemen Pemotivasian
Manusia dalam suatu organisasi atau perusahaan
mempunyai kedudukan yang sangat strategis karena manusia bisa mengetahui
input-input yang perlu diambil dari lingkungan, cara mendapatkan dan menangkap
input-input tersebut menggunakan teknologi, mampu mengolah atau
mentransformasikan input-input tersebut menjadi output-output yang memenuhi
publik. Manusia menjadi penggerak dan penentu jalannya organisasi, maka
perhatian dari pimpinan sangat diperlukan. Betapa pentingnya perencanaan dan
pengawasan dari pimpinan sangat diperlukan tanpa didukung oleh semangat kerja
dari karyawan, maka tujuan dari organisasi sulit dicapai pada tingkat yang
optimal.
Pada dasarnya setiap instansi pemerintah maupun
swasta, bukan saja mengharpkan karyawan yang mampu, cakap dan terampil tetapi
yang terpenting mereka mau bekerja giat dan berkeinginan mencapai hasil kerja
yang optimal. Untuk itu pimpinan hendaknya berusaha agar karyawan mempunyai
motivasi tinggi untuk melaksanakan tugas atau pekerjaannya. Disinilah
pentingnya peranan motivasi untuk mendorong semangat kerja karyawan dalam
menyelesaikan pekerjaannya. Motivasi pada suatu organisasi atau perusahaan
bertujuan untuk mendorong semangat kerja para karyawan agar mau bekerja keras
dengan memberikan semua kemampuan dan ketrampilan demi terwujudnya suatu
organisasi. Pimpinan yang mengarahkan melalui motivasi akan menciptakan kondisi
dimana karyawan merasa mendapat inspirasi untuk bekerja keras. Karyawan yang
mempunyai motivasi tinggi sangat penting jika hasil-hasil kinerja yang tinggi
ingin dicapai secara konsisten. Pimpinan akan melakukan pendekatan kepemimpinan
yang mencerminkan suatu kesadaran bahwa produktivitas melalui karyawan
merupakan bagian utama dan tidak dapat digantikan untuk mencapai tujuan
organisasi. Pemberian motivasi dari para pekerja akan saling berbeda sesuai
dengan tingkat pendidikan dan kondisi ekonominya. Orang yang semakin
terdidikdan semakin independen secara ekonomi, maka sumber motivasinya akan
berbeda, tidak lagi semata-mata ditentukan oleh sarana motivasi tetapi juga
dipengaruhi oleh faktor kebutuhan. Memotivasi bawahan dilakukan dengan memberikan
tanggung jawab dan kesempatan yang luas bagi karyawan untuk mengambil keputusan
dalam menyelesaikan pekerjaannya.
1. Motivasi menjadi sangat penting karena dengan
motivasi diharapkan setiap karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk
mencapai produktivitas kerja yang tinggi (Hasibuan, 1996: 92).
2. Motivasi akan memberikan inspirasi, dorongan,
semangat kerja bagi karyawan sehingga terjalin hubungan kerja yang baik antara
karyawan dan pimpinan sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara maksimal.
Bagitu juga motivasi berkaitan erat dengan usaha, kepuasan pekerja dan
performance pekerjaan (Gomes, 1995: 178).
1.
3. Motivasi sangat penting dalam meningkatkan semangat
kerja dan produktivitas karyawan. Tugas pimpinan adalah memberikan motivasi atau
dorongan kepada karyawan agar bisa bekerja sesuai dengan yang diharapkan oleh
organisasi.
4. Motivasi kerja adalah proses mempengaruhi atau
mendorong seseorang berbuat untuk menyelesaikan tujuan yang diinginkan
(Kamalludin, 1989: 214), motivasi diartikan juga sebagai keadaan dalam pribadi
seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan
tertentu untuk mencapai suatu tujuan (Handoko, 1999: 252).
5. Motivasi yang ada pada seseorang merupakan kekuatan
pendorong yang akan mewujudkan suatu perilaku guna mencapai kepuasan dirinya.
Seseorang yang sangat termotivasi yaitu orang yang melaksanakan upaya
substansial, guna menunjang tujuan-tujuan produksi kesatuan kerjanya dan
organisasi dimana ia bekerja. Seseorang yang termotivasi hanya memberikan upaya
minimum dalam hal bekerja motivasi merupakan sebuah konsep penting dalam studi
kerja individu (Winardi, 2001: 2).
Salah satu aspek memanfaatkan pegawai ialah pemberian motivasi (daya
perangsang) kepada pegawai, dengan istilah populer sekarang pemberian
kegairahan bekerja kepada pegawai. Telah dibatasi bahwa memanfaatkan pegawai
yang memberi manfaat kepada perusahaan. Ini juga berarti bahwa setiap pegawai
yang memberi kemungkinan bermanfaat ke dalam perusahaan, diusahakan oleh
pimimpin agar kemungkinan itu menjadi kenyataan. Usaha untuk merealisasi
kemungkinan tersebut ialah dengan jalan memberikan motivasi. Motivasi ini
dimaksudkan untuk memberikan daya perangsang kepada pegawai yang bersangkutan
agar pegawai tersebut bekerja dengan segala daya dan upayanya
Manajer atau pimpianan yang berhasil dalam hal
motivasi karyawan seringkali menyediakan suatu lingkungan dimana tujuan-tujuan
tepat tersedia untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan-tujuan motivasi tersebut antara
lain:
1. Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan
2. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan
3. Meningkatkan produktivitas karyawan
4. Mempertahankan loyalitas dan kesetabilan karyawan
perusahaan
5. Meningkatkan kedisiplinan dan menurunkan tingkat
absensi karyawan
6. Mengefektifkan pengadaan karyawan
7. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik
8. Meningkatkan kreatifitas dan partisipasi karyawan
9. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan
10. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap
tugas-tugasnya
11. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan
bahan baku
Motivasi merupakan sebuah predis
posisi untuk bertindak dengan cara yang khusus dan terarah pada tujuan tertentu
sekalipun rumusan tentang rumusan motivasi dibatasi hingga purposif atau yang
diarahkan pada tujuan. Manusia sebagai mahluk sosial berusaha untuk memenuhi
kebutuhan, keinginan dan expektansi. Kebutuhan, keinginan dan expektansi
tersebut menimbulkan ketegangan-ketegangan pada para manajer, yang di anggap
mereka kurang menyenangkan. Dengan anggapan bahwa perilaku khusus tertentu
dapat mengurangi perasaan yang dimiliki, maka hal tersebut menyebabkan orang
yang bersangkutan berperilaku. Perilaku tersebut diarahkan kepada tujuan untuk
mengurangi kondisi ketegangan tersebut. Dimulainya perilaku tersebut
menyebabkan timbulnya petunjuk-petunjuk yang memberikan umpan balik (informasi)
kepada orang yang bersangkutan tentang dampak perilaku.
Umpan Balik
(Feed Back)
Kebutuhan,Keinginan
Expectancy
Perilaku Tujuantujuan
Berdasarkan pengertian dan analisa tentang motivasi
yang telah dibahas dimuka, maka pada pokoknya motivasi dibagi menjadi dua jenis
Yaitu :
1. Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup di
dalam situasi kerja dan memenuhi kebutuhan dan tujuan-tujuan staf. Motivasi ini
sering juga disebut motivasi murni, yakni motivasi yang sebenarnya timbul dari
dalam diri sendiri. Motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar. Motivasi
intrinsic adalah motivasi yang hidup dalam diri individu dan berguna dalam situasi
kerja yang fungsional. Dalam hal ini pujian atau hadiah atau sejenisnya tidak
diperlukan karena tidak akan menyebabkan individu bekerja untuk
mendapatkan pujian atau hadiah itu.
2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan
oleh faktorfaktor dari luar. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan sebab tidak
semua pekerjaan dapat menarik minat bawahan atau sesuai dengan kebutuhan. Dalam
keadaan ini motivasi terhadap pekerjaan perlu dibangkitkan oleh manajer agar
mereka mau dan ingin bekerja secara lebih baik.
Motivasi mendorong timbulnya kelakuan dan mempengaruhi
serta merubah kelakuan. Fungsi motivasi tersebut adalah:
1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan.
Tanpa motivasi tidak akan timbul sesuatu tindakan atau perbuatan.
2. Motivasi berfungsi sebagai pengaruh artinya
mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang di inginkan.
3. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Besar
kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar